Buku Cawe-Cawe Jokowi Karya SBY Diungkit, Begini Pembelaan Politisi Demokrat

INDOPOS.CO.ID – Politikus Demokrat Sartono Hutomo meminta masyarakat tidak terkecoh menafisirkan buku “Pilpres 2024 dan Cawe-Cawe Presiden Jokowi” karya Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menjadi perbincangan di media sosial. Karenanya buku tersebut harus dibaca menyeluruh.

“Kadang-kadang kita ini hanya membaca kulit luarnya atau judulnya. Tidak membaca isinya,” kata Sartono melalui sambungan telepon, Jakarta, Kamis (22/2/2024).

Ia menyinggung, peribahasa “Don’t Judge a Book by Its Cover.” Itu disematkan kepada sebagian pihak yang hanya memahami luarnya saja tanpa ingin mengetahui lebih dalam.

“Kita ini suka terjebak seperti pepatah zaman dulu, Don’t Judge a Book by Its Cover,” ucap Sartono.

Menurutnya, jika semua pihak dapat mencerna isi buku tersebut secara lengkap maka akan mempunyai pandangan yang beragam.

Buku karya SBY berjudul Pilpres 2024 dan Cawe-cawe Presiden Jokowi’. (Dok Media Sosial)

“Jadi baca semuanya, saya pikir kalau kita membaca secara utuh semuanya perspektifnya juga berbeda,” jelasnya.

Buku tersebut diluncurkan pada Senin (26/6/2023) silam, yang ditujukan khusus untuk kader Partai Demokrat. “Itu sudah di-launching lama juga,” imbuh Sartono.

Salah satu poin dalam buku tersebut ialah mengingatkan kepada mereka yang membantu dan mengawal Jokowi, agar membantu dan mengawal secara benar. Sebab, setelah 20 Oktober 2024, dia akan mengakhiri dharma bhaktinya sebagai pemimpin bangsa.

“Beliau akan menjadi orang seperti saya. Beliau akan menjadi sahabat saya, sahabat kita semua. Tentu beliau ingin mengakhiri pengabdiannya dengan baik,” terangnya.

Buku dengan sampul dominasi warna merah itu kembali diungkit, setelah Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi Menteri ATR/BPN. (dan)

Quoted From Many Source

Baca Juga  Menteri PPPA-Ketum PWI Jajaki Kerjasama, Inilah Isu-isu Penting yang Dibahas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *