Lomba Pengeras – www.indopos.co.id

Oleh: Dahlan Iskan

INDOPOS.CO.ID – TEMPAT saya ”bersembunyi” selama masa kampanye serasa dikelilingi masjid. Serasa dekat semua. Berkat pengeras suara yang seperti lomba besar-besaran watt.

Sesekali terdengar pengumuman dari pengeras suara itu: Innalillahi wainna ilaihi rajiun.

Itu pembukaannya. Pertanda ada orang meninggal dunia. Sambil angkat batu saya pun tahu siapa yang meninggal: seorang wanita di desa seberang sawah.

Itu juga pertanda teman kerja saya tidak bisa datang. Harus melayat. Begitulah etika di desa. Masih dijunjung tinggi. Kian ke kota kian rendah penegakan etika. Apalagi sampai di ibu kota.

Saya masih berharap rekan kerja itu masih bisa datang setengah hari paro kedua. Setelah selesai melayat. Saya belum bisa melakukan apa yang pandai ia lakukan: memindah pohon buah.

Ada beberapa pohon buah yang harus segera dipindah. Ia pasti datang. Pengumuman berita duka tadi masih sangat pagi. Sebelum jam 12.00 pasti sudah dimakamkan.

Menjelang jam 12.00 ada pengumuman ”innalillahi” lagi. Dari pengeras suara masjid yang sama.

Saya pun –tanpa menilingkan telinga– tahu: ada yang meninggal lagi.

Masih sambil mengangkat batu saya tahu: yang meninggal kali ini laki-laki. Namanya Pak San. Saya kaget. Jangan-jangan rekan kerja saya itu. Rekan mencangkul itu namanya Pak Kasan. Pak Kasan tinggal di desa itu: di arah pengeras suara itu.

Saya lega. Ternyata Pak San yang baru meninggal itu bernama Santoso.

Saya pun pasrah. Berarti partner saya berkebun akan melayat lagi. Ia akan lebih mementingkan etika daripada kehilangan jabatan sebagai pencangkul.

Target pindah-pindah pohon hari itu pun meleset.

Di Tiongkok tidak ada target yang meleset –oleh penyebab seperti itu. Ketika tetangga meninggal pekerjaan jalan terus. Tanpa mengabaikan etika bertetangga. Mereka bisa melayat malam hari. Atau keesokan harinya. Bila perlu di hari ketiga, keempat, kelima atau kapan saja sempat: mayat umumnya baru dikubur tujuh hari kemudian.

Pengumuman dari masjid tadi sekaligus berfungsi sebagai ”surat izin tidak masuk kerja”. Bos tidak boleh menanyakan kenapa tidak masuk. Atau mana surat izinnya. Apalagi harus bertanya ”apa hubungan antara Anda dan yang meninggal tadi”.

Pengeras suara di masjid-masjid itu juga penanda kapan pekerjaan harus dihentikan.

Jauh sebelum tiba waktunya salat pun sudah berkumandang lagu-lagu pujian pada Tuhan. Kadang dari suara yang merdu. Kadang dari suara yang cempreng. Nadanya pun kacau balau. Sakit di telinga.

Saya tidak mengeluh. Yang seperti itu adalah masa kecil saya. Kadang lagu pujian seperti itu sengaja saya buat kacau agar imamnya cepat datang.

Saya tahu: imam di tempat saya, dulu, suka ngobrol sambil merokok. Salat pun menunggu rokoknya habis.

Katanya: itu untuk melatih militansi anak dalam kuat-kuatkan melantunkan pujian pada Tuhan sepanjang mungkin. Juga latihan sabar.

Tapi waktu itu tidak ada pengeras suara. Anak-anak melantunkan pujian sambil duduk bersila di dalam masjid.

Kala itu saya tidak memikirkan perasaan orang lain. Satu desa Islam semua. Pun semua penduduknya bukan orang sibuk.

Kini, dengan banyaknya pengeras suara di masjid itu saya suka bertanya ke diri sendiri: bagaimana perasaan orang yang bukan Islam yang tinggal di sekitar sini. Terutama ketika mendengar suara yang sangat tidak merdu itu.

Keesokan harinya Pak Kasan masuk kerja. “Kemarin melayat dua kali ya?” tanya saya berbasa-basi.

Ia hanya mengiyakan. Ia tidak bercerita soal dua kali melayat itu. Beberapa minggu kemudian baru saya tahu: Pak San yang ”innalillahi” di tengah hari itu ternyata meninggal di saat ikut menguburkan mayat wanita yang meninggal pagi hari.

Rekan kerja saya tadi tahu sendiri kejadiannya. Ia juga ikut mengantar mayat si wanita tua sampai ke kuburan.

Ia ikuti semua prosesi penguburan: mayat dimasukkan liang lahat. Lalu ditimbun tanah.

Penimbunan rampung. Pemasangan batu nisan pun selesai. Tibalah giliran Pak modin membacakan talkin di atas pusara –biasanya berisi agar arwah yang baru dikubur dijauhkan dari siksa kubur, dan yang masih hidup agar ingat bahwa pada gilirannya akan mati juga.

Saat talkin dibacakan itulah Pak Santoso bergerak mundur. Kakinya terhalang beton di kuburan. Ia terjatuh. Kepalanya membentur beton. Meninggal dunia.

Sebenarnya Pak San meninggal dunia dengan cara yang paling simple. Tanpa sakit. Sudah di kuburan pula. Para penggali kuburnya masih lengkap. Petugas pembaca talkinnya juga masih ada.

Tapi pihak keluarga minta pak San dibawa ke rumah sakit. Pakai mobil tetangga. Mobil pun meninggalkan kuburan. Pelayat juga pulang.

Begitu mereka sampai di rumah terdengarlah pengumuman dari masjid: ”innalillahi…”

Mereka pun siap-siap ke kuburan lagi.

Di kampung ini warga rukun. Pemilu damai. Mayoritas warga NU. Banyak yang ikut tarekat Nahsabandiyah-Qadiriyah. Di Pemilu lalu Prabowo-Gibran menang telak di situ:  80 persen.

Menteri Agama kita juga tokoh NU. Surat edarannya soal pengeras suara tidak akan dibacakan lewat pengeras suara di masjid NU di desa ini. (*)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan

Edisi 20 Maret 2024: Alvin Hotman

Ketut Bagiarta

Viralnya akan mengalahkan Pilpres. Seperti biasa, hal yang sangat urgen dan menyangkut kepentingan rakyat banyak akan diabaikan. Negeri tiktok ini memang tidak sedang baik-baik saja!

M.Zainal Arifin

Suami yg egois, Yg pisahkan bayi nya dg mantan isteri nya. Lelaki tak lahirkan anak, Tapi mau punya anak. Apa ibu bisa dipisahkan dg bayi nya? Cinta ibu tak bersyarat. Cinta bapak, bersyarat. Simak, Simak, simak, yg paling berhak kita baiki. Bapak, selanjut nya. Perempuan lemah, harus dilindungi lelaki, bukan ditindas.

Baca Juga  Tentara Israel Mundur dari Barat Kota Khan Younis

Handoko Luwanto

Jurnal Prusuh Disway Edisi: Sopir Salim (Sel,19-03-2024) #.Nama (Komen;Kata)AWARD [diReplyOrangLain:meReplyOrangLain] #1.admin nqode2021 (1;97)✏️ #2.Afa (2;221)★ #3.Agus Suryonegoro III – 阿古斯·苏约诺 (4;575)★ [1:0] #4.Ahmad Zuhri (1;99) #5.Amat K. (16;525)✒️★★⚾️ [5:11] #6.Atho^illah (5;103) [4:1] #7.bitrik sulaiman (1;6) #8.Dasar Goblik (4;105) [2:2] #9.DeniK (1;32) #10.djokoLodang (10;586)★★ [4:2] #11.doni wj (1;7) [0:1] #12.Echa Yeni (3;31) [0:1] #13.Er Gham (1;56)★ #14.Fra Wijaya (1;34) [3:0] #15.Gianto Kwee (3;79)★ [0:1] #16.Gregorius Indiarto (3;93) [1:0] #17.Handoko Luwanto (3;301) #18.HONDA CBR150R (1;73) [1:0] #19.Ibnu Ukkasyah (2;120)★ #20.Jimmy Marta (10;485)★ [1:5] #21.Jo Neca (5;113) [5:4] #22.Johannes Kitono (1;182)★ #23.Jokosp Sp (12;625)★★ [6:6] #24.Juve Zhang (4;289)★★ [3:1] #25.Kalender Pro (1;18) #26.Kang Sabarikhlas (2;147)★ [2:0] #27.Lagarenze 1301 (6;509)★★★★⭐️ [1:0] #28.Lègég Sunda (1;6) #29.Leong Putu (1;4) #30.Liam Then (6;591)★ [1:1] #31.M.Zainal Arifin (12;165)⏰ [1:8] #32.Mbah Mars (4;140)★ [4:3] #33.Mew Mixue (1;214)★ #34.Muh Nursalim (2;154) #35.Muin TV (2;121) [0:1] #36.MULIYANTO KRISTA (6;39) [1:3] #37.Nimas Mumtazah (1;22) [0:1] #38.Nurkholis Marwanto (1;168)★ [1:0] #39.Pedro Patran (1;7) #40.rid kc (1;60) #41.Rizal Falih (4;84) [0:1] #42.Ronie Ernanto (2;33) [0:1] #43.Sumartan (1;5) #44.thamrindahlan (1;21) [1:0] #45.Udin Salemo (8;308)★★⚽️ [10:1] #46.Wilwa (4;299)★ [0:4] #47.Yellow Bean (8;348) [4:3] #48.yoming AFuadi (1;63) Total: 172 Komentar dengan 27★ dari 19 Orang ✏️: Rookie per 30Sep2023 (1 Orang) ✒️: Komentar Terbanyak ★: Komentar Pilihan ⭐️: Komentar Pilihan Terbanyak ⚽️: Terbanyak Direply ⚾️: Terbanyak Mereply ⏰: Pertamax

Rizal Falih

Penasaran dengan tokoh antagonis yang ditulis CHD hari ini membuat saya browsing di google dengan mengetik kata kunci Tisya Erni. Dan mak deg. Muncul photo-photnya. Dengan busana dan pose yang berani. Waduh, sepertinya pahala puasa harus berkurang banyak hari ini. Seharusnya ikut saram Om Amat, untuk searching sebelum imsak. Tapi bukanya sama aja ya. Dosa mata plus dosa bergosip. Meskipun cuma dalam hati. Selain itu ada juga bumbu-bumbu cerita gosip, kedekatan sang biduan dengan komedian terkenal. Begitulah. Banyak artis yang mencari cara instan, supaya populer dan cepat dikenal masyarakat. Tidak semua. Tapi kebanyakan. Supaya ramai jobnya. Juga cepat kaya. Siapa coba yang tidak mau kaya.

Lagarenze 1301

Alvin Lim jelas bukan kaleng-kaleng. Ia anak konglomerat yang tak ditanggap, melalui kehidupan yang penuh perjuangan, sampai kemudian meraih sukses. Jiwa pemberaninya ditempa oleh berbagai kesulitan hidup. Siapa yang tak kenal Atang Latief, pemilik Bank Bira dan Bank Tamara yang benderanya berkibar pada 1990-an. Alvin adalah anak Atang Latief dari istri muda. Atang Latief nama aslinya Lauw Tjin Ho. Tapi, Alvin tidak pakai marga Lauw atau Latief. Ia pakai marga ibunya, Lim. Alvin hanya bertemu ayahnya dua kali selama hidupnya, terakhir setamat SMA. Alvin di usia 18 diberangkatkan ke Amerika, kuliah di Universitas California, Berkeley. Setahun kuliah, ayahnya terlilit masalah BLBI. Biaya disetop. Alvin sempat drop out, hidup menggelandang, tidur di shelter. Gen pekerja keras membuatnya bangkit dari keterpurukan. Ia sempat kerja jadi satpam. Lalu kerja di bank jadi teller. Kariernya menanjak hingga jadi vice president. Dari hidup di shelter hingga punya rumah dan mobil Porsche. Di usia 28 tahun, Alvin pulang ke Indonesia. Cari istri. Menikah 2006. Kate Victoria Lim lahir setahun kemudian, Mei 2007. Namun, nasib berkata lain, Alvin bercerai saat usia Kate masih satu tahun. Karena kasus perebutan anak, ia sempat ditahan 8 bulan. Di momen inilah Alvin bertekad belajar hukum. Ia menikah dengan Phioruci pada Februari 2022. Kate kini berusia 16 tahun, sepertinya akan mengikuti jejak ayahnya. Kate inilah yang pernah menantang Hotman Paris Hutapea.*

Jokosp Sp

Salah masuk yang benar. Cerita pak de ( saya menyebutnya karena lebih tua, dan menghormati ). Pak de ini jualan keliling ke pasar-pasar setiap harinya dengan sepeda motor dan box barangnya. Suatu sore setelah dalam perjalanan pulang tiba-tiba hujan deras, ya sudah harus berteduh dan sekalian cari kopi untuk menghangatkan tubuhnya yang merasa kelelahan juga. Masuklah ke sebuah warung yang ada beberapa dan dipilih yang cukup sederhana. Pesan kopi dan telor ayam kampung 1/2 matang agar badan bisa fit kembali. Setengah jam, satu jam berikutnya hujan tak mau reda juga padahal kopi telor ayam kampung sudah hampir habis. Tenaga yang tadi terasa hampir habis kembali bugar seperti remaja 35 tahunan kembali. Otot-otot jadi menghangat dan kembali meregang seperti normalnya. Karena maghrib menjelang pak de manggil ke pelayannya sambil mengulurkan satu lembaran warna merah “ini mbak untuk satu kopi dan telor setengah matangnya”. Terima kasih pak de jawab si pelayan. Ditunggu beberapa saat loh kok tidak ada respon untuk pengembalian uang tadi. Pak de nanya “ada kembaliannya mbak?. Pas itu pak de dijawabnya. Wah sambil ngedrumel “wah salah masuk aku ini”. Mbaknya malah ndengar, dijawabnya “tidak ada yang salah pak de masuk ke sini, pasti pas pak de”. Akhirnya pak de ngeloyor pergi….ajur ajur jum, duh untung jualan sehari ini amblas masuk di warung pas ( warung jablai istilah sininya ).

Agus Suryonegoro III – 阿古斯·苏约诺

MEDIA VIRAL BAGI MASYARAKAT BAWAH UNTUK MENDAPATKAN KEADILAN HUKUM.. Ada grup FB. Namanya “INFO CEGATAN JOGJA”. Membernya, saat ini: 1,1 juta. DULU. Menilik namanya, mungkin dulu awalnya adalah untuk saling berkabar tentang “cegatan kendaraan” (pemeriksaan) oleh Polisi. PERKEMBANGAN. Perkembangannya, grup FB ini menjadi: 1). Media tolong menolong masyarakat kalau ada kendaraan mogok. Misal kehabisan BBM. Maka tiba-tiba ada yang menolong, membawakan BBM meski hanya 1 liter. Juga tuk tolong menolong kondisi darurat yang lain. Ban gembos. Dstnya. Tiba-tiba ada masyarakat yang membawakan alat tambal ban darurat.. 2). Media pengaduan apa saja. Termasuk kehilangan, menemukan, perlakuan aparat yang tidak baik. Dst dstnya. Jika ada laporan terkait aparat, banyak yang akhirnya: A). Ada tanggapan dari pejabat terkait dan atau yang berwenang. B). Ada follow-up yang simpatik. Dst dstnya. Akhirnya, sering di grup ini hal-hal BESAR, tetapi menyangkut masalah masyarakat BAWAH/ KECIL – menjadi VIRAL bahkan SANGAT VIRAL. Dan akhirnya MEMPEROLEH jalan KELUAR.. Namun lingkupnya masih KEDAERAHAN yaitu YOGYA.. ### Semoga segera ada MEDIA masyarakat BAWAH yang bisa menjadi sarana untuk masyarakat BAWAH/ KECIL untuk MEMVIRALKAN masalah yang dihadapi. Dan SANGAT VIRAL. Sehingga bisa cepat memperoleh KEADILAN hukum.. No viral, no justice. @@@ VIRAL. To get legal justice..

Baca Juga  BRI Raih Dua Award Mobile Banking dan Chatbot Terbaik dalam BSEM MRI 2024

Hari Purwanto

KASUS YANG MEMILUKAN HATI, JANGAN LALAIKAN ORANG TUA Kriiing…kriiing suara telepon berdering, aku bangun …lalu angkat telepon “Kaak..” suara adik terdengar, ” Kata ibu kakak disuruh pulang sekarang..penting..soal Bapak ini” Jantung langsung berdegup, kaget…saat itu juga termenung…ingat orang tua. Terlintas wajah Bapakku yang sudah tua…bagaimana Bapak menggendongku ke kali…boncengin Sepeda ngantar ke langgar untuk belajar ngaji dll. Tak terasa air mata jatuh…maafkan aku bapak…aku lalai…belum bisa balas jasa Bapak, apalagi membahagiakanmu. “Yaa Tuhan ampuni aku, titip Bapakku…jaga kesehatannya dan panjangkan umurnya” Saat itu jg aku mengunci pintu rumah… sambar sepeda ontelku …berangkat, aku gowes sekencang- kencangnya. Sepanjang jalan aku amat hati-hati dan tetap fokus ke Bapak…takut ada apa-apa. Hati makin kecut dan ciut di ujung kampung banyak berkibar bendera kuning…banyak orang berkerumun, meja dan kursi tertata rapi. hati semakin gak karuan… Air mata sudah jatuh duluan, bercucuran… Bendera kuning sudah mewartakan kejadian sesungguhnya… Sampai depan rumah bendera kuning makin banyak, sepeda aku taruh asal-asalan, kaki terasa berat untuk melangkah. Aku langsung merangsek berhambur ke dalam rumah…tidak lagi memperhatikan tetangga yang berdatangan…karena hati sudah tidak karuan. Pas masuk…ibu langsung merangkulku “Tole, Bapakmu….” Aku tak menjawab karena menahan tangis “Bapakmu le,…. sekarang diangkat menjadi ketua GOLKAR”

Lagarenze 1301

Santai sejenak. Seorang tabib baru saja membuka klinik pengobatan. Untuk promosi, ia memasang pengumuman di luar klinik. “Anda sakit apa saja cukup bayar Rp 20.000. Jika tidak sembuh, Anda berhak dapat Rp 100.000.” Seorang pengacara berpikir ini adalah peluang bagus untuk mendapatkan Rp 100.000. Ia pun pergi ke klinik. Pengacara: “Saya kehilangan indra perasa.” Tabib: “Perawat, bawakan obat dari kotak Nomor 14 dan teteskan 3 tetes ke mulut pasien.” Pengacara: “Ugh. Ini minyak tanah.” Tabib: “Selamat, indra perasa Anda telah pulih. Bayar saya Rp 20.000.” Pengacara yang kesal itu kembali setelah beberapa hari untuk mencoba mendapatkan kembali uangnya. Pengacara: “Saya kehilangan ingatan. Saya tidak dapat mengingat apa pun.” Tabib: “Perawat, bawakan obat dari kotak Nomor 14 dan teteskan 3 tetes ke mulutnya.” Pengacara (kesal): “Ini ‘kan minyak tanah. Anda memberikan ini kepada saya terakhir kali.” Tabib: “Selamat. Ingatanmu kembali. Bayar aku Rp 20.000.” Pengacara itu marah, lalu kembali seminggu kemudian dengan tekad untuk mendapatkan kembali Rp 100.000. Pengacara: “Penglihatan saya menjadi sangat lemah, saya tidak dapat melihat sama sekali.” Tabib: “Yah, saya tidak punya obat untuk itu, jadi ambillah uang Rp 100 ribu ini.” Pengacara (menatap uang di tangannya): “Hei, jangan membodohi aku, ini uang Rp 20.000, bukan Rp 100.000!” Tabib segera mengambil kembali uang itu dan berkata: “Selamat, penglihatan Anda telah pulih. Bayar saya Rp 20.000.”

Mbah Mars

INTERMEZO Mbah Bolkin sedang crita-crita sama cucunya di teras rumah. Katanya, hidup jaman sekarang kok susah amat. Harga-harga pada naik. “Saya perhatikan bapak ibumu itu rekasa lho Le” “Rekasa itu apa Mbah ?” “Rekasa itu serba susah. Misal, beras mahal, cabe mahal, minyak goreng mahal dsb. Padahal bayaran tidak naik. Itu namanya rekasa, Le.” “Emang jaman simbah dulu muda, tidak rekasa ?” “Oh, jaman saya muda, uang 5 ribu sudah bisa bawa pulang macem-macem dari super market, Le. Susu, roti, keju, coklat, gula, mentega, parfum, bedak, lipstik, sabun mandi dan odol” “Wuihhh, kok bisa begitu, Kek ? Kalau sekarang bagaimana ?” “Jaman saya muda itu enak. Sekarang mah susah, Le. Di mana-mana ada CCTV”

Rindra

Pak Alvin kl mau terus membela wong cilik,hrs “panjang umur”. Sdh betul istrinya nempel terus utk kontrol makan minum, tensi, pola hidup. Krn kl ndk berubah,bakal cepet mati. Kalo ndk mau habisin waktu 5 jam per kali cuci darah,bisa konsul ke dokter ginjal apakah bisa pakai CAPD, tp hrs super disiplin krn kl kemproh ya peritonitis (radang selaput perut). Alternatif lain lg yaitu cangkok ginjal. Intinya hrs berubah, menyesuaikan sakit gagal ginjalnya. Cuci darah (HD) mutlak dilakukan rutin bila mengharuskan demikian. Kualitas HD nya perlu dipantau jg Pak… Biar panjang umur. Pak Dahlan bisa bantu informasikan disini, resep HD yg dijalani Pal Alvin. Kan banyak dokter ahli yg baca disway.

Jo Neca

Mantap..Kapan main lagi ke Singkawang kali aja mantan saya masih hidup..Sebab dr thn 86..Atau sudah janda

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *