Mubadala Energi Terus Lakukan Ekplorasi Migas di Perairan Andaman

INDOPOS.CO.ID – Jurnalis Aceh dan Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Aceh mendukung sepenuhnya kegiatan eksplorasi yang dilakukan oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Mubadala Energy dan Harbour Energy di perairan Andaman.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Nasir Nurdin dan Kepala Dinas ESDM Aceh menyatakan dukungan tersebut pada diskusi Sinergi Bersama Media Aceh di Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara.

“Kita akan mendukung kegiatan ekplorasi hulu migas yang dilakukan dan kami berharap kegiatan hulu migas di perairan Andaman berjalan lancar sehingga dapat berdampak positif bagi rakyat Aceh,” kata Nasir Nurdin yang juga Pemimpin Redaksi Portal Nusa.

Selain itu, PWI Aceh juga mengusulkan agar jurnalis-jurnalis Aceh diberikan pengetahuan dan pemahaman terkait Industri Hulu Migas (IHM) agar bisa lebih memahami istilah-istilah IHM.

“Bentuk pemahaman dapat berupa pelatihan atau uji kompetensi wartawan, sehingga tidak terjadi kesalahan penulisan yang mengakibatkan kesalahpahaman atau mispersepsi dikarenakan istilah-istilah di industri hulu migas yang sangat teknis dan berbeda dengan tulisan jurnalistik pada umumnya,” ucapnya.

Nasir juga mengusulkan pembentukan Forum Jurnalis Migas Aceh untuk lebih memudahkan kordinasi antara Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), KKKS, dan jurnalis Aceh.

Sementara itu Kepala Dinas ESDM Provinsi Aceh, Mahdinur mengatakan pihaknya juga mendukung kegiatan eksplorasi yang dilakukan oleh KKKS Mubadala Energy dan Harbour Energy di perairan Andaman.

“Dinas ESDM Provinsi Aceh akan terus memantau kegiatan yang dilakukan oleh KKKS yang melakukan ekplorasi,” kata Mahdinur kepada wartawan.

Kepala Perwakilan SKK Migas Sumatra Bagian Utara (Sumbagut), Rikky Rahmat Firdaus mengatakan kegiatan hulu migas yang dilakukan di perairan Andaman masih dalam tahap ekplorasi.

Baca Juga  Harga sewa pickup di Padang 2023

“KKKS Mubadala Energy dan Harbour Energy saat ini bloknya dalam tahap eksplorasi dan telah melakukan pemboran eksplorasi (exploration drilling),” jelas Rikky kepada wartawan, Minggu (10/3/2024).

Dia berharap hasil studi dari pemborannya memiliki nilai ekonomis yang baik, sehingga dapat dikembangkan dan diproduksi yang sejalan dengan target lifting pemerintah pada 2030 yaitu produksi minyak bumi 1 juta barel per hari (BPH) dan gas bumi 12 miliar standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

Diskusi Sinergi Bersama Media Aceh, di Medan, Jumat (8/3/2024) diinisiasi oleh Mubadala Energy dan dilaksanakan bersama dengan SKK Migas dan Harbour Energy mengusung tema “Mengenal Lebih Dekat Industri Hulu Migas dan Peran Media Lokal dalam Membangun Pemahaman Publik di Daerah”.

Kegiatan ini dihadiri oleh 12 media lokal Aceh dengan 3 narasumber utama yaitu Mahdinur, Kepala Dinas ESDM Provinsi Aceh; Priyambodo RH, Ombudsman Pemberitaan Multimedia dan Internasional LKBN Antara yang juga merupakan Koordinator Penguji Kompetensi Wartawan Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS), dan Suhendra Atmaja, Analis Program dan Komunikasi SKK Migas.

Terdapat 3 sesi diskusi panel yang memberikan paparan mengenai IHM. Sesi pertama membahas industri hulu migas di Indonesia, sesi kedua mengenai peran media dalam membangun opini publik yang positif terhadap industri hulu migas, dan sesi ketiga mendiskusikan program pengembangan masyarakat dalam mendukung kegiatan eksplorasi hulu migas di Aceh. (srv)

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *